Opini – Media Jaguar. Pekanbaru
Panglima Besar Gerakan Anak Melayu Negeri Riau Nusantara (GAM NR) angkat bicara soal keberadaan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau. Ia menegaskan, sudah saatnya LAMR melakukan pembenahan serius. Jangan sampai lembaga yang diharapkan menjadi rumah besar bagi masyarakat adat justru terjebak hanya dalam seremoni dan gelar adat belaka.
Hari ini, masyarakat adat dan organisasi kemelayuan menunggu kerja nyata, bukan sekadar tepuk tepung tawar atau pemberian gelar yang kerap digelar. Ironisnya, dengan anggaran yang tidak kecil, nyaris tidak terlihat program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat bawah. Nilai-nilai adat yang mestinya dijalankan pun belum sepenuhnya hadir dalam keseharian.
LAMR seharusnya menjadi payung yang menaungi seluruh lapisan masyarakat Riau, bukan hanya segelintir kelompok atau momentum tertentu. Jika terus dibiarkan berjalan seperti sekarang, masyarakat adat akan semakin merasakan jauhnya lembaga ini dari realitas hidup mereka.
Panglima Besar DPP GAM NR Nusantara menegaskan, LAMR jangan hanya dijadikan ajang kepentingan dan simbol seremonial. Sudah waktunya lembaga ini kembali kepada marwahnya: berdiri kokoh, menjaga adat, dan mengayomi masyarakat dengan kerja nyata.