Oleh: [Kurniawan- Pim.Red.]
Pekanbaru, [29/07/2025] – Sejumlah Tokoh pemuda yang tergabung di organisasi kemelayuan menggelar diskusi terbuka yang mengarah pada aksi strategis menuju Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Diskusi ini berlangsung di tengah kegelisahan para pemuda terhadap kondisi eksistensi, peran, dan arah perjuangan LAMR saat ini yang dinilai belum optimal sebagai rumah besar orang Melayu.
Diskusi yang bertema “Mengembalikan Marwah LAMR sebagai Payung Adat Melayu Riau” ini digelar di salah satu titik kumpul pemuda Melayu di Kota Pekanbaru, dengan dihadiri tokoh muda, aktivis mahasiswa, wartawan senior hingga pegiat budaya.
Dalam suasana yang hangat namun kritis, membahas sejumlah isu pokok, antara lain:
1.Lemahnya keterlibatan pemuda dalam pengambilan kebijakan adat dan budaya.
2.Keterasingan LAMR dari denyut kehidupan generasi muda Melayu.
3.Kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam tubuh LAMR saat ini.
Menurut salah satu pemuda yang hadir dalam diskusi tersebut, gerakan ini bukan bertujuan untuk konfrontasi, tetapi sebagai bentuk kasih sayang generasi muda terhadap institusi adat yang menjadi simbol harga diri orang Melayu.
"LAMR itu rumah kita. Kalau rumah bocor, rusak, atau ditinggal, kita sebagai anak cucu mesti bertindak. Kami ingin LAMR kembali ke takahnya, bukan jadi alat politik atau kepentingan elit semata,” ujar salah seorang orator diskusi.
Diskusi ini menghasilkan beberapa butir rencana aksi, antara lain:
- Menyusun Petisi Pemuda Melayu kepada LAMR.
- Audiensi terbuka dengan Ketua Umum LAMR.
- Menggalang dukungan dari LAMR kabupaten/kota, tokoh adat, dan masyarakat luas.
- Kampanye sosial melalui media untuk mengedukasi generasi muda tentang adat Melayu.
Gerakan ini juga berpesan agar semua pihak, khususnya LAMR, membuka ruang komunikasi dan introspeksi. Para pemuda menegaskan bahwa mereka bukan ingin mengambil alih peran, melainkan menyuarakan aspirasi sebagai pewaris masa depan adat dan budaya Melayu.
-Aksi lanjutan direncanakan berlangsung dalam waktu dekat dengan pendekatan damai, bermartabat, dan penuh semangat kebangsaan.
(JMN).