Teluk Kuantan – Hari kedua Festival Pacu Jalur Kuantan Singingi 2025 di Tepian Narosa, Kamis (21/8), kembali dipadati ribuan penonton. Meski sejak pagi cuaca Teluk Kuantan sempat mendung dan turun gerimis, antusiasme masyarakat tidak surut. Tribun penonton tetap penuh, sementara ratusan pedagang UMKM meramaikan arena dengan menjajakan makanan tradisional dan kerajinan khas Kuansing.
Sorak-sorai penonton menggema setiap kali jalur memasuki garis start. Puluhan tim dari berbagai desa di Kuansing dan kabupaten tetangga saling adu cepat di Sungai Kuantan. Kekompakan awak jalur menjadi tontonan utama, menegaskan filosofi bahwa pacu jalur bukan sekadar lomba perahu, tetapi simbol kebersamaan masyarakat Melayu Kuantan.
Atmosfer festival juga semakin semarak dengan penampilan seni budaya di sela perlombaan. Tarian zapin, musik tradisional gondang, hingga atraksi silat melayu ditampilkan di panggung hiburan rakyat. Di sisi lain, pihak panitia memastikan jalannya perlombaan berjalan lancar dan tertib meskipun kondisi cuaca berpotensi hujan. BMKG telah memberikan peringatan dini, namun pelaksanaan tetap berlangsung dengan penyesuaian jadwal agar keselamatan peserta terjamin.
Festival yang telah berusia lebih dari 100 tahun ini, kembali membuktikan daya tariknya sebagai ikon budaya Riau yang tak hanya menyatukan masyarakat lokal, tetapi juga menyedot perhatian wisatawan dari luar daerah bahkan mancanegara. Hari kedua Pacu Jalur 2025 pun berakhir dengan semangat sportivitas dan rasa bangga yang semakin meneguhkan Kuantan Singingi sebagai pusat tradisi Melayu yang mendunia.