Iklan
Budaya Daerah Hukum Internasional Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik Teknologi
Berita Terbaru
Mahkota Kerajaan Siak Dikembalikan ke Riau, Prosesi Adat Digelar di Pekanbaru | Jaguar Melayu

Mahkota Kerajaan Siak Dikembalikan ke Riau, Prosesi Adat Digelar di Pekanbaru

Mahkota Kerajaan Siak Dikembalikan ke Riau, Prosesi Adat Digelar di Pekanbaru

Setelah 80 tahun tersimpan di Museum Nasional, Mahkota, Pedang, dan Pin Pusaka Kerajaan Siak akhirnya dipamerkan ke publik dalam rangka Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau, turut hadir Bupati Siak DR. AFNI ZULKIFLI,S.AP. MSI dan SYAMSURIZAL di Balai LAM Provinsi Riau.

 

PEKANBARU — Mahkota Asli Kerajaan Siak, bersama pedang dan pin pusaka, akhirnya kembali ke Tanah Melayu setelah lebih dari delapan dekade tersimpan di Museum Nasional. Ketiga benda pusaka tersebut tiba di Pekanbaru dan disambut secara adat dalam prosesi khidmat di Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro, Rabu (7/8/2025).

Bupati Siak, Afni Zulkifli, hadir langsung dalam prosesi penyambutan dan tampak terharu atas kembalinya benda-benda bersejarah yang menjadi simbol kebesaran Kerajaan Siak tersebut.

“Alhamdulillah, untuk pertama kalinya setelah lebih dari 80 tahun akhirnya Mahkota Asli Kerajaan Siak kembali ke Tanah Lancang Kuning. Meskipun mahkota ini tidak sampai ke Istana Siak, namun kami tetap bersyukur bahwa hari ini masyarakat Riau dan masyarakat Siak khususnya dapat menyaksikan kembali Mahkota Kerajaan Siak yang asli,” ujar Afni.

Menurut Afni, mahkota bukan sekadar simbol kerajaan, tetapi juga lambang keikhlasan dan persatuan. Ia menegaskan bahwa kembalinya benda pusaka ini menjadi momentum penting dalam merekatkan sejarah dan jati diri daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak dan masyarakat Siak, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau karena telah berhasil meminjam dan menghadirkan ketiga benda pusaka Kerajaan Siak ini untuk dapat dilihat langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Afni juga menyampaikan doa khusus bagi para Sultan Siak beserta keturunannya.

“Saya berdoa semoga Sultan-Sultan Siak beserta keluarga husnul khatimah dan seluruh zuriatnya diberikan kebahagiaan dan keselamatan,” kata dia.

Afni berharap, kehadiran mahkota dan benda pusaka Kerajaan Siak dalam pameran ini dapat menjadi sarana edukatif serta memperkuat kecintaan masyarakat, terutama generasi muda, terhadap sejarah dan budaya daerah.

“Kami harapkan kehadiran benda-benda milik Kerajaan Siak ini di pameran bisa menjadi daya tarik para pengunjung, terutama generasi muda yang peduli dengan budaya dan sejarah daerahnya,” tambahnya.

Kehadiran Mahkota, Pedang, dan Pin Pusaka Kerajaan Siak ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau. Ketiganya akan dipamerkan untuk umum mulai 7–10 Agustus 2025 di Jalan Sultan Syarif Kasim II, tepat di depan Masjid Raya Annur, Pekanbaru.

Pameran dibuka setiap hari pukul 14.00 hingga 20.00 WIB, dan dapat diakses gratis oleh masyarakat.