Panglima GAMNR Jadi Korban Dugaan Penipuan di BEC Bandung
Bandung Electronic Center (BEC), pusat penjualan ponsel terbesar di Kota Bandung, kembali menuai sorotan. Sejumlah konsumen mengaku telah menjadi korban dugaan penipuan oleh oknum penjual di dalam pusat perbelanjaan tersebut.
Modus yang digunakan bervariasi, mulai dari harga tidak sesuai kesepakatan, ponsel rekondisi dijual sebagai barang baru, hingga penahanan garansi resmi. Tidak sedikit pula konsumen yang dipaksa membayar biaya tambahan di luar perjanjian awal.
Ironisnya, kasus terbaru menimpa Panglima GAMNR (Gerakan Anak Melayu Nusantara Riau) yang mengaku ditipu oleh seorang penjual bernama Shella Nurlaila sejak pukul 12.00 siang hingga sore hari ini. Transaksi yang seharusnya berlangsung cepat justru berlarut-larut dan berujung pada dugaan penipuan.
“Awalnya dijanjikan harga promo dan barang baru. Tapi setelah pembayaran, prosesnya ditahan-tahan tanpa kejelasan. Sampai sore pun barang tidak sesuai dengan yang dijanjikan,” ungkap Panglima GAMNR dengan nada kecewa.
Kasus ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terhadap praktik jual beli di BEC. Para korban berharap aparat penegak hukum dan lembaga perlindungan konsumen segera turun tangan agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola BEC belum memberikan keterangan resmi.