JAKARTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) turut mengambil peran penting dalam menyukseskan salah satu program prioritas Presiden, yaitu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya peningkatan gizi anak-anak Indonesia, menurut Menteri PANRB Rini, tidak dapat dilakukan hanya oleh satu atau dua instansi, tetapi memerlukan kolaborasi lintas lembaga dan sektor.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Rini saat Rapat Koordinasi Terbatas Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
“Kementerian PANRB terus mendukung pencapaian target 82 juta penerima manfaat program MBG. Untuk itu, perlu segera dilakukan penataan dan penguatan UPT Badan Gizi Nasional (KPPG) yang menjalankan kegiatan operasional penyediaan dan distribusi makanan bergizi,” ujar Rini.
Lebih lanjut, Kementerian PANRB berperan dalam penataan tata kelola dan kelembagaan UPT Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional (KPPG) dan SPPG, termasuk pemenuhan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Selain itu, PANRB juga mendorong transformasi digital dan integrasi layanan digital guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.
Dalam kesempatan yang sama, Rini menjelaskan bahwa Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG tengah disusun untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Rancangan aturan tersebut mencakup lima aspek utama, yaitu perencanaan, anggaran, manajemen kinerja dan ASN, pengawasan dan pengendalian, serta pengadaan barang/jasa.